Selamat Datang di blog ervin049

Renungan Muda Remaja

Bacaan: Kejadian 22:1-19

Sebuah kelompok doa syafaat di Kansas ingin berdoa untuk meminta hujan setelah kemarau berkepanjangan. Menariknya, saat mereka berkumpul bersama untuk berdoa, hanya seorang gadis cilik yang datang dengan membawa payung! Inilah teladan iman. Tuhan Yesus memberitahukan salah satu sikap doa yang berkenan di hadapan Allah adalah dengan percaya bahwa kita telah menerimanya. Kita tidak diperintahkan untuk menipu diri, melainkan percaya.

Orang mungkin akan menganggap kita gila. Perbuatan kita mungkin dianggap ekstrem, namun percayalah selama kita melakukannya karena iman kita kepada Tuhan, sesuai perintah-Nya - “...maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (ay.24b) Bukankah Nuh juga dianggap gila oleh orang-orang sebangsanya? Bayangkan hampir 100 tahun Nuh membangun bahtera sebelum air bah benar-benar dicurahkan oleh Tuhan.

Barangkali Abraham akan dianggap gila bila orang lain tahu dia akan mengorbankan anaknya sendiri. Namun apa ucapan Abraham kepada hambanya sebelum dia mendaki Moria? "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Dan ketika Ishak menanyakan tentang dimana dombanya, maka jawab Abraham adalah "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Dan tepat seperti perkataan dan harapannya, maka Tuhan melakukannya kepada Abraham.

Iman harus disertai tindakan. Kita tidak bisa berkata kepada Tuhan, aku percaya pada-Mu tetapi lakukanlah dulu mujizat itu dalam hidupku - barulah aku bisa percaya. Iman harus kita buktikan lewat sikap dan tindakan kita, mengambil langkah untuk taat meski keadaan nampaknya masih tetap sama. Belajar dari Abraham, Bapa orang beriman yang berani melangkah dalam ketaatan oleh karena iman. Ketika kita berdoa, bersikaplah seakan kita telah menerimanya. Ambillah langkah iman dan perkatakan iman kita setiap hari.

Kasih Karunia Memaksimalkan Dalam Pelayanan


Topik kita kali ini adalah tentang Kasih Karunia Memaksimalkan Dalam Pelayanan,

Kolose 3 ayat 23
segala sesuatu yang kita lakukan perbuatlah seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia, segala pelayanan yang kita lakukan itu Tuhan Yesus telah percayakan supaya kehidupan kita lebih maksimal dan bertumbuh dalam Firman Tuhan dan dalam Pelayanan Kita.

Apa arti dari Natal?
Natal adalah hari Kelahiran Tuhan Yesus di Bethlehem &
Apa arti dari Jumat Agung?
Jumat Agung adalah hari Kematian Tuhan Yesus dan
Apakah kalian tahu apa arti dari PASKAH?

Paskah adalah dimana Tuhan Yesus memberikan Kasih- Nya untuk menyelamatkan kita semua dan melayakkan kita untuk dapat melayani dia lebih Maksimal. waktu kita melayani dia lebih maksimal waktu kita melayani dia ada Kekuatan, Kemampuan untuk dapat melayani DIA, untuk mau kita juga dapat melayani Dia lewat Jiwa- jiwa yang belum mengenal Kasih Tuhan sehingga mereka juga dapat bertumbuh dan lebih maksimal dalam Kehidupan kita semua.

mari kita terus menerus hidup dalam Kasih Karunia Tuhan dan janganlah kita pernah memakai kekuatan kita, yang memang kita tidak mampu tanpa Pertolongan Tuhan.

Berjalan dalam kasih karunia




menerima kasih karunia memang gratis tetapi hidup didalamkasih karunia ada harga yang harus dibayar, jadi kita harus memperhatikan pesan- pesan Tuhan yang kita terima secara langsung melalui pembacaan firman Tuhan atau melalui impartasi dari hamba- hamba Tuhan.]
beberapa pesan Tuhan yang perlu kita perhatikan :
* Umat Tuhan pada saat ini harus lebih banyak memuji dan menyembah Tuhan dalam kekudusan-Nya (1 Tawakhir 16 : 11, Mazmur 96 : 9, Mazmur 24 : 3-4 )

* Tuhan akan mencurahkan urapannya 2 kali ganda seperti Elia kepada Eliza ( 2 Raja- raja 2 :9-10, Yesaya 61 :1,5-7 )

- Tahun 2010 Gereja- gereja Tuhan harus melakukan 2 hal :

* semakin intim dengan Bapa
* semakin menyatakan kerajaan Allah

Tahun 2010 adalah:
Yohanes 10 : 10
* Tahun pemulihan ( Berkat- berkat yang telah hilang akan datang kembali )
* Tahun kelimpahan ( Berkat- berkat akan mengalir )
Kuncinya adalah ketaatan (Ulangan 11 : 8-32 )
Yoel 2 : 28-32
* Pencurahan Roh Kudus dan manifestasinya ( Yoel 2 : 28-29 )
* Bencana Alam ( Yoel 2 : 30-31 )
* Pertobatan ( Yoel 2 : 32 )

Bagaimana supaya Gereja tetap teguh ketika menghadapi Goncangan yang akan terjadi :

* Banyak mengucap syukur
* Beribadah dengan cara yang benar
* Berdoa dalam bahasa Roh.

Pantun


Baca dengan indah ( dalam sejak atau deklamasi ) Mazmur 23: 1- 6

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku,
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbingku ke air yang tenang ;
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar
Oleh karena nama- Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
Aku tidak takut bahaya,
Sebab engkau besertaku ;
Gada- Mu dan Tongkat- Mu, Itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku,
Di hadapan lawanku ;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak ;
Pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku,
Seumur hidupku ;
Dan aku akan diam dalam rumah Tuhan
Sepanjang masa.

Alkitab



Topik kali ini adalah tentang Alkitab atau Kitab suci,
Apakah kalian rajin membaca Alkitab atau tidak.

dulu di cina tidak menggunakan buku Alkitab seperti kita, kita harus bersyukur kita mempunyai Alkitab yang bagus dan kita bukan hanya menyimpanNya tetapi kita juga harus rajin membaca dan merenungkanNya.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (II Timotius 3:16)

Menurut ayat Alkitab ini, setiap firman Allah yang disampaikan kepada hambaNya harus mempunyai salah satu dari keempat tujuan berikut ini :


Memberi pelajaran kepada kita.

Menegur kesalahan kita.

Memperbaiki kelakuan.

Membimbing kejalan yang benar.


Secara negatif dapat disimpulkan, jika ada sebuah ayat yang dinyatakan sebagai firman Allah, tetapi tidak mempunyai salah satu tujuan sebagimana yang termaktub diatas,

Marilah setiap kita mulai rajin membaca Alkitab.

Iman dan Pengharapan


Topik kita kali ini adalah tentang Iman dan pengharapan

Iman, pengharapan, dan kasih. Kalimat ini kita bisa dapatkan di 1 Korintus 13:13. Ada satu kalimat yang menarik dari ayat tersebut, “…dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”
Mengapa kasih disebut sebagai yang terbesar?
Iman dan pengharapan bersifat subyektif dan personal, sedangkan kasih bersifat obyektif dan global. Iman dan pengharapan membangun dan memberkati diri sendiri, tapi kasih memberkati orang lain DAN diri sendiri juga. Tapi perlu diingat, “lebih” bukan berarti bahwa yang “kurang” itu tidak berarti.

Iman. Menurut Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Kasih. Banyak dijelaskan di pasal 1 Korintus 13.

Tapi bagaimana dengan pengharapan?
Tidak banyak ayat tentang pengharapan yang bisa saya temui di alkitab. pengharapan itu adalah suatu “power” yang memampukan kita untuk bergerak maju. Untuk terus hidup. Untuk bertahan dalam segala situasi. Untuk melihat ke depan.
Tanpa pengharapan, tidak ada kehidupan. Dan selama ada harapan, selama itulah ada kehidupan. Seperti seorang pengungsi yang masih berharap akan adanya pertolongan, selama itulah dia akan berjuang untuk hidup. Tanpa pengharapan, kita semua tidak kurang dari robot-robot yang tidak punya tujuan hidup.

iman dan pengharapan bekerja bersamaan, dan kasih melengkapinya. Iman akan Tuhan kita Yesus Kristus, akan menimbulkan pengharapan akan berkat, penyertaan, perlindungan, keselamatan, pertolongan, jawaban doa, kedatangan-Nya kembali, dan sebagainya. Dan jika kita beriman, memiliki pengharapan, tentunya akan menjalankan apa yang diajarkan oleh-Nya. Dan ajaran apa yang paling penting?
Menurut saya tidak jauh dari hukum kasih.

Matius :
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Kasih melengkapi iman dan pengharapan, dan dengan kasih kita dikenal sebagai murid-murid Kristus (Yoh 13:34-35).

Pada akhirnya, marilah kita saling mengasihi, saling membangun iman, saling memberikan pengharapan. Di tengah keadaan dunia yang semakin memburuk.

Mengenal Allah


Lebih baik mengenal dibanding sekedar tahu, kenapa?
Karena pengenalan lebih dalam dari sekedar tahu.
Kalau saya bertanya : " Apakah anda mengenal orang tua anda ? "
Jawabnya saya yakin anda akan mengatakan" iya " tetapi kalau saya bertanya : " Apakah anda mengenal istri Bapak SBY ( presiden RI ke-7 )?
Jawabnya saya yakin anda tidak mengenal tetapi hanya sekedar tahu.

Begitu juga halnya pengenalan kita kepada Allah, itu sangat penting dibanding hanya sekedar tahu akan Allah. Seperti dalam Filipi 3:10, Paulus berkata " yang kukehendaki ialah: mengenal Allah lewat kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya dan menjadi SERUPA dengan-Nya lewat penderitaan-Nya.

Bagaimana kita dapat bertumbuh dalam pengenalan akan Allah?
1. Hubungan yang intim dengan Allah adalah dasar hidup kekristenan yang kokoh.
2. Mendengar dan melakukan Firman Tuhan (Matis 7:24-27)
3. Tertanam dalam rumah Tuhan(Gereja Lokal/ komunitas) Mazmur 92:14-16

Orang yang MENGENAL ALLAH akan tetap KUAT dan bertindak dan orang yang KUAT dan BERTINDAK pasti orang yang MENGENAL ALLAH.
Klik posting lama untuk melihat posting sebelumnya...