Selamat Datang di blog ervin049

Berjalan dalam kasih karunia




menerima kasih karunia memang gratis tetapi hidup didalamkasih karunia ada harga yang harus dibayar, jadi kita harus memperhatikan pesan- pesan Tuhan yang kita terima secara langsung melalui pembacaan firman Tuhan atau melalui impartasi dari hamba- hamba Tuhan.]
beberapa pesan Tuhan yang perlu kita perhatikan :
* Umat Tuhan pada saat ini harus lebih banyak memuji dan menyembah Tuhan dalam kekudusan-Nya (1 Tawakhir 16 : 11, Mazmur 96 : 9, Mazmur 24 : 3-4 )

* Tuhan akan mencurahkan urapannya 2 kali ganda seperti Elia kepada Eliza ( 2 Raja- raja 2 :9-10, Yesaya 61 :1,5-7 )

- Tahun 2010 Gereja- gereja Tuhan harus melakukan 2 hal :

* semakin intim dengan Bapa
* semakin menyatakan kerajaan Allah

Tahun 2010 adalah:
Yohanes 10 : 10
* Tahun pemulihan ( Berkat- berkat yang telah hilang akan datang kembali )
* Tahun kelimpahan ( Berkat- berkat akan mengalir )
Kuncinya adalah ketaatan (Ulangan 11 : 8-32 )
Yoel 2 : 28-32
* Pencurahan Roh Kudus dan manifestasinya ( Yoel 2 : 28-29 )
* Bencana Alam ( Yoel 2 : 30-31 )
* Pertobatan ( Yoel 2 : 32 )

Bagaimana supaya Gereja tetap teguh ketika menghadapi Goncangan yang akan terjadi :

* Banyak mengucap syukur
* Beribadah dengan cara yang benar
* Berdoa dalam bahasa Roh.

Pantun


Baca dengan indah ( dalam sejak atau deklamasi ) Mazmur 23: 1- 6

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku,
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbingku ke air yang tenang ;
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar
Oleh karena nama- Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
Aku tidak takut bahaya,
Sebab engkau besertaku ;
Gada- Mu dan Tongkat- Mu, Itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku,
Di hadapan lawanku ;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak ;
Pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku,
Seumur hidupku ;
Dan aku akan diam dalam rumah Tuhan
Sepanjang masa.

Alkitab



Topik kali ini adalah tentang Alkitab atau Kitab suci,
Apakah kalian rajin membaca Alkitab atau tidak.

dulu di cina tidak menggunakan buku Alkitab seperti kita, kita harus bersyukur kita mempunyai Alkitab yang bagus dan kita bukan hanya menyimpanNya tetapi kita juga harus rajin membaca dan merenungkanNya.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (II Timotius 3:16)

Menurut ayat Alkitab ini, setiap firman Allah yang disampaikan kepada hambaNya harus mempunyai salah satu dari keempat tujuan berikut ini :


Memberi pelajaran kepada kita.

Menegur kesalahan kita.

Memperbaiki kelakuan.

Membimbing kejalan yang benar.


Secara negatif dapat disimpulkan, jika ada sebuah ayat yang dinyatakan sebagai firman Allah, tetapi tidak mempunyai salah satu tujuan sebagimana yang termaktub diatas,

Marilah setiap kita mulai rajin membaca Alkitab.

Iman dan Pengharapan


Topik kita kali ini adalah tentang Iman dan pengharapan

Iman, pengharapan, dan kasih. Kalimat ini kita bisa dapatkan di 1 Korintus 13:13. Ada satu kalimat yang menarik dari ayat tersebut, “…dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”
Mengapa kasih disebut sebagai yang terbesar?
Iman dan pengharapan bersifat subyektif dan personal, sedangkan kasih bersifat obyektif dan global. Iman dan pengharapan membangun dan memberkati diri sendiri, tapi kasih memberkati orang lain DAN diri sendiri juga. Tapi perlu diingat, “lebih” bukan berarti bahwa yang “kurang” itu tidak berarti.

Iman. Menurut Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Kasih. Banyak dijelaskan di pasal 1 Korintus 13.

Tapi bagaimana dengan pengharapan?
Tidak banyak ayat tentang pengharapan yang bisa saya temui di alkitab. pengharapan itu adalah suatu “power” yang memampukan kita untuk bergerak maju. Untuk terus hidup. Untuk bertahan dalam segala situasi. Untuk melihat ke depan.
Tanpa pengharapan, tidak ada kehidupan. Dan selama ada harapan, selama itulah ada kehidupan. Seperti seorang pengungsi yang masih berharap akan adanya pertolongan, selama itulah dia akan berjuang untuk hidup. Tanpa pengharapan, kita semua tidak kurang dari robot-robot yang tidak punya tujuan hidup.

iman dan pengharapan bekerja bersamaan, dan kasih melengkapinya. Iman akan Tuhan kita Yesus Kristus, akan menimbulkan pengharapan akan berkat, penyertaan, perlindungan, keselamatan, pertolongan, jawaban doa, kedatangan-Nya kembali, dan sebagainya. Dan jika kita beriman, memiliki pengharapan, tentunya akan menjalankan apa yang diajarkan oleh-Nya. Dan ajaran apa yang paling penting?
Menurut saya tidak jauh dari hukum kasih.

Matius :
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Kasih melengkapi iman dan pengharapan, dan dengan kasih kita dikenal sebagai murid-murid Kristus (Yoh 13:34-35).

Pada akhirnya, marilah kita saling mengasihi, saling membangun iman, saling memberikan pengharapan. Di tengah keadaan dunia yang semakin memburuk.

Mengenal Allah


Lebih baik mengenal dibanding sekedar tahu, kenapa?
Karena pengenalan lebih dalam dari sekedar tahu.
Kalau saya bertanya : " Apakah anda mengenal orang tua anda ? "
Jawabnya saya yakin anda akan mengatakan" iya " tetapi kalau saya bertanya : " Apakah anda mengenal istri Bapak SBY ( presiden RI ke-7 )?
Jawabnya saya yakin anda tidak mengenal tetapi hanya sekedar tahu.

Begitu juga halnya pengenalan kita kepada Allah, itu sangat penting dibanding hanya sekedar tahu akan Allah. Seperti dalam Filipi 3:10, Paulus berkata " yang kukehendaki ialah: mengenal Allah lewat kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya dan menjadi SERUPA dengan-Nya lewat penderitaan-Nya.

Bagaimana kita dapat bertumbuh dalam pengenalan akan Allah?
1. Hubungan yang intim dengan Allah adalah dasar hidup kekristenan yang kokoh.
2. Mendengar dan melakukan Firman Tuhan (Matis 7:24-27)
3. Tertanam dalam rumah Tuhan(Gereja Lokal/ komunitas) Mazmur 92:14-16

Orang yang MENGENAL ALLAH akan tetap KUAT dan bertindak dan orang yang KUAT dan BERTINDAK pasti orang yang MENGENAL ALLAH.

Pedang Roh

Pedang Roh
( Efs 6 : 17 )

1.Pedang adalah senjata

- Untuk mempertahankan diri dari serangan musuh
- Untuk menyerang musuh
- Kita harus melatih diri baik untuk bertahan ataupun menyerang
- Pedang harus selalu dalam kondisi siap

2.Pelihara agar pedang dalam kondisi baik

- Dengan menggunakannya ( Pk 12 : 11 )
- Ambil keluar dari sarungnya

3.Membiasakan diri dengan Pedang Roh

- Dengan mempelajarinya ( 2 Tim 3 : 15 - 17 )
- Biarkan Pedang Roh itu hidup dan penuh kuasa ( Ib 4 : 12 )
- Pedang itu bermata dua

4.Pahami fungsi rohani dari Pedang roh :

a. Untuk menyatakan kesalahan ( Kis 2 : 37 )
b. Untuk pembaharuan diri ( 1 Ptr 1 : 23 )
c. Untuk menerangi ( Mzm 119 : 105 , 130 )
d. Untuk mengaktifkan iman ( Rom 10 : 17 )
e. Untuk mencegah kita berbuat dosa ( Mzm 119 : 11 )
f. Untuk menyucikan kita ( Mzm 119 : 9 ; Yoh 15 : 3 )

Sejarah Agama Kristen

Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus atau Isa Almasih. Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokia (Kisah Para Rasul 11:26).

Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi). Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis) Tuhan atau Tritunggal. Tritunggal dipertegas pertama kali pada Konsili Nicea Pertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I.

Pemeluk agama Kristen mengimani bahwa Yesus Kristus atau Isa Almasih adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan Yesus Kristus. Dalam kepercayaan Kristen, Yesus Kristus adalah pendiri jemaat (gereja) dan kepemimpinan gereja yang abadi (Injil Matius 18: 18-19)

Umat Kristen juga percaya bahwa Yesus Kristus akan datang pada kedua kalinya sebagai Raja dan Hakim akan dunia ini. Sebagaimana agama Yahudi, mereka menjunjung ajaran moral yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Tuhan.

Murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul di Antiokia (Kisah Para Rasul 11: 26c).

Sepeninggal Yesus, kepemimpinan orang Kristen diteruskan berdasarkan penunjukan Petrus oleh Yesus. Setelah Petrus meninggal kepemimpinan dilanjutkan oleh para uskup yang dipimpin oleh uskup Roma. Pengakuan iman mereka menyebutkan kepercayaan akan Allah Tritunggal yang Mahakudus, yakni Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh kudus, Gereja yang satu, kudus, katolik, apostolik; pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.

Setelah itu, Gereja Kristen mengalami dua kali perpecahan yang besar: yang pertama terjadi pada tahun 1054 antara Gereja Barat yang berpusat di Roma (Gereja Katolik Roma) dengan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur) yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Turki). Yang kedua terjadi antara Gereja Katolik dengan Gereja Protestan pada tahun 1517 ketika Martin Luther memprotes ajaran Gereja yang dianggapnya telah menyimpang dari kebenaran.

Banyak denominasi Gereja kini menyadari bahwa perpecahan itu justru menyimpang dari pesan Yesus yang mendoakan kesatuan di antara para pengikutnya (lihat Injil Yohanes 17:20-21, "Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.") Doa ini kemudian menjadi dasar dari gerakan ekumenisme yang dimulai pada awal abad ke-20.

Klik posting lama untuk melihat posting sebelumnya...